Sunday , 21 October 2018
Home / Akhlak / Ghurur, Penyakit Hati yang Harus di Waspadai

Ghurur, Penyakit Hati yang Harus di Waspadai

a�?Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup inia�� menyimak syair yang dipopulerkan olehA� Aa Gym memang terlihat Indah dan memberikan kesejukan. Meski dalam singkapan bait tersebut terdapat pesan yang sangat dalam. Karena penyakit ghurur selalu mengintai hati yang lengah

Sebelumnya pernah dengarkan tentang hadist-hadist yang mendeskripsikan hati. Dimana terdapat seonggok daging, yang selalu dibolak-balikan. A�Jika baik, maka baik pula amalannya, begitu sebaliknya. Karena itulah menjaga hati harus dilakukan setiap detik, setiap menit, 24 jam sehari, seumur hidup, agar hati tidak terdampak penyakit Ghurur.

Penyakit hati yang paling halus dan memerlukan kewaspadaan tinggi adalah ghurur. Lantas apa sih ghurur tersebut?

Ghurur merupakan penyakit hati yang sangat mudah menular pada manusia di dunia. Ghurur menurut bahasa artinya tipu daya. Bahkan Imam Ghozali membahasnya panjang lebar dalam kitabnya yang berjudul Ihya Ulumuddin.

Penyakit ghurur ini sangat membahayakan, karena kebanyakan manusia tak menyadari tipu daya yang menyerang dirinya. Mereka tak sadar ketika membicarakan ghururnya orang-orang kafir terhadap diri mereka, sementara umat Islam sendiri terjangkit ghurur yang parah.

Agar gampang dimengerti Imam Ghozali membaginya menjadi 4 golongan, diantaranya:

  • Golongan Ulama
    Semakin tinggi kadar iman manusia bukan berarti bisa terbebas dari ghurur, karena setan sebagai penggoda juga memiliki tingkatan untuk melakukan tipu daya kepada manusia. Siang malam, terjaga dan tertidur, dari manusia baru lahir hingga manusia tiada setan tak akan pernah pensiun untuk menggoda keturunan manusia.

    Tak terkecuali dikalangan ulama, virus tipu daya bisa menyerang kaum alim tanpa mereka sadari. Jika tidak disadari dan mengobati penyakit tersebut, maka orang tersebut bisa mati rasa dari harapan dan kesadaran diri kepada Allah.

    Bagi orang alim, ilmu merupakan sesuatu yang mulia, begitu juga dengan mengajarkannya kepada orang lain merupakan perkara yang mulia. Tapi ghurur bisa terjadi ketika orang alim tersebut lalai dan tertipu daya dengan sibuk mengajarkan ilmu tanpa mengamalkannya terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada orang lain.

    Tak sedikit orang alim yang merasa memiliki ilmu merasa dirinya lebih mulia sehingga harus dihormati, ingin selalu didahulukan, ingin perkataannya selalu didengar, seluruh perkataannya benar, ingin disanjung, setiap orang harus mencium tangannya, itulah beberapa penyakit ghurur.

    Orang yang berhasil mengamalkan ilmunya, dengan menjauhkan anggota tubuhnya dari segala maksiat, melaksanakan segala amalan, tetapi lupa membersihkan hatinya dari maksiat seperti, hasad, riya, takabur, inilah yang dinamakan ghurur.

    Bahkan yang paling halus dari ghurur, seorang ulama yang mengamalkan segala ketaatan dan menjauhkan segala maksiat, tetapi begitu dirinya merasa bersih dan dekat kepada Allah, maka itu juga penyakit ghurur. Sebab Allah yang lebih mengetahui hati para hambanya.

    Seorang alim yang sibuk berdebat bukan untuk mencari kebenaran tetapi untuk mencari ketenaran dan kehebatan, jika mampu mengalahkan lawan debatnya agar tergolong orang yang hebat dan alim, maka hal tersebut masuk ke dalam penyakit ghurur.

  • Golongan Abid (Suka Beribadah)

    Kalau kita masuk ke dalam golongan yang suka beribadah, maka jangan pernah merasa bisa lepas dari penyakit ghurur ini. Kegiatan ibadah yang dapat membawa seseorang tertipu dengan diri sendiri sehingga menjadikan diri semakin dekat kepada Allah, seperti:

    Seseoarang yang sibuk dengan ibadah sunnah dan fadilah tetapi melupakan dan meninggalkan ibadah wajib, seperti sibuk menjalankan sholat sunnah tahajud tetapi meninggalkan sholat subuh, karena ketiduran dan kelelahan pada malamnya, itu juga termasuk dalam penyakit ghurur.

    Mereka yang sibuk membaca Al-quran tetapi tidak mau memikirkan dan memahami segala makna-makna yang terkandung didalamnya. Sehingga tidak mengerti maksud dari ayat-ayat yang ia baca setiap hari masuk dalam kategori tipu daya.

    Bahkan ketika kita sibuk berpuasa setiap hari, namun lidah selalu menceritakan aib orang lain, atau tangan yang sibuk ngeshare kabar-kabar permusuhan di sosial media, tidak pernah menjauhkan hatinya dari penyakit ini, maka kita sudah terkena penyakit tipu daya.

    Seseorang yang menunaikan ibadah haji agar mendapatkan gelar, tidak ikhlas dalam melaksanakan amal
    ibadah haji, ingin dipandang orang dan dianggap orang kaya, maka hal tersebut sudah termasuk ghurur.

    Orang yang mampu mengamalkan ibadahi sunnah dan mampu merasakan nikmat dan lezatnya mendapatkan kekhusyuan tetapi pada saat melaksanakan ibadah yang wajib tidak dapat merasakan kenikmatan dan kekhusyukan.

  • Golongan yang mengaku sufi

    Seseorang yang mengaku sufi dengan mengenakan pakaian-pakaian tertentu dengan gaya ulama-ulama sufi, menganggap dirinya telah sampai kepada Allah, menganggap dirinya telah kasyaf ini juga termasuk dalam penyakit Ghurur.

    Atau mereka yang mengaku sufi karena telah berbuat zuhud dan wara dengan mengenakan pakaian yang usang dan bau, mementingkan bersih hati, tetapi anggota tubuh kotor dengan maksiat dan dosa, hal itu juga bagian dari penyakit ghurur.

    Seorang yang mengaku sufi tapi tidak mengikuti jalan para ulama, mengaku telah sampai kepada fana fillah dan baqa fillah, tidak menjadikan Al-quran dan sunnah sebagai pegangan, menghina syariat dan selalu mementingkan hakikat, itu juga bagian dari penyakitghururGolongan orang yang memiliki harta dan orang yang tertipu daya dengan dunia.

  • Golongan orang yang memiliki harta

    Seseorang yang menganggap bahwa harta dan uangnya yang mampu menyelamatkannya dan memuliakannya di permukaan dunia ini, harta merupakan pujaan dan ketinggian, memiliki harta berarti memiliki kebesaran dan kesenangan yang hakiki, sehingga lupa membayar zakat, menyantuni orang miskin, dan bisa berbuat sesuka hatinya. ini adalah penyakit ghurur.

    Seseorang yang membangun masjid, menyantun anak yatim, membantu korban bencana alam, tetapi ingin di puji dan di besar- besarkan kebaikannya, agar orang menyanjungnya dan menggelarnya seorang yang dermawan. Ini adalah penyakit ghurur.

About Muslim Ramah

Muslim Ramah hadir sebagai alternatif informasi tentang Islam secara sederhana, tanpa harus tenggelam dalam perdebatan dan merasa paling benar. Muslim Ramah lebih mengutamakan bagaimana perilaku masyarakat muslim yang bermartabat tinggi, sehingga menjadi masyarakat yang memberikan kedamaian, kenyamanan, dan penuh kasih sayang kepada mahluk Allah yang lainnnya. Muslim ramah juga menghadirkan pemahaman-pemahaman Alquran dan Hadist dengan cara yang sederhana dan berbentuk infografis sehingga mempermudah masyarakat muslim memahami ajaran Islam secara mudah dan kembali mempraktekannya menjadi sebuah perilaku kehidupan Muslim yang baik.

Check Also

Keutamaan dan Apa yang Harus di Lakukan Pada Bulan Syaban

Islam memiliki waktu-waktu yang sangat dihormati. Selain bulan Ramadhan sudah sepatutnya kita juga mengenal bulan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *