Friday , 16 November 2018
Home / Akhlak / Memotong Rambut dan Kuku Sebelum Berkurban, Boleh Nggak yah?

Memotong Rambut dan Kuku Sebelum Berkurban, Boleh Nggak yah?

Idul Adha merupakan hari raya umat Islam yang identik dengan berkurban. Jika terkait syarat hewan kurban tentunya banyak yang mengetahuinya. Tapi tahukah terdapat perbedaan para ulama terkait bolehkah memotong rambut atau kuku jika kamu berniat hendak berkurban?

Memotong rambutA� dan kuku memang memiliki perbedaan tersendiri tanpa harus memperdebatkan perbedaan tersebut, dalam hadist yang diriwayatkan oleh An-NasaA�, Ibn Majah, al-Haki dan at Tarmidzi, Hasan) mengatakan :

U�UZU�U� O�UZO?UZU� U�U?U�U�U?U?U�U� U�U?U�UZO�U�UZ O�U?U� O�U�U�O�U?O�U�UZO�U? U?UZO?UZO�UZO�O?UZ O?UZU�U� USU?O�UZO�U�U?U�UZ U?UZU�UZO� USUZO?U�O�U?O�UZU�U�UZ U�U?U�U� O?UZO?U�O�U?U�U? U?UZU�UZO� U�U?U�U� O?UZO?U�U?UZO�O�U?U�U? O�UZO?U�UZU� USU?O�UZO�U�U?U�UZ. (O�U?O�U� O�U�U�O?O�O�U� U?O�O?U� U�O�O�U� U?O�U�O�O�U?U� U?O�U�O?O�U�O�U�. O�O?U�)

a�?Barang siapa di antara kalian yang melihat tanggal bulan Dzul Hijjah dan hendak berkurban, janganlah ia memotong rambutnya dan memotong kukunya hingga berkurban.

Nggak hanya cuma satu hadist yang lho yang tidak membolehkan memotong rambut atau kuku sebelum berkurban. Beberapa hadist senada juga menggambarkan ulama melarang orang yang hendak berkurban memotong rambut atau kuku, yaitu pada masuk 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah mulai tanggal 1 dan telah berniat, membeli atau menentukan hewan kurbannya.

Perbedaan pendapat para ulama ini dapat dilihat dari mazhab yang diikuti, berikut beberapa pandangan mazhab terkait memotong rambut dan kuku:

Menurut Mazhab Syafi : Sebagai mazhab yang banyak dianut di Indonesia sunah tidak memotong rambut dan kuku serta bagian tubuh lainnya ketika memasuki 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah dan makruh jika melakukannya.

Mazhab Hambali : Imam Hambali berpendapat hukumnya haram jika kamu memotong rambut dan kuku atau anggota tubuh lainnya

Mazhab Hanafi dan Maliki : Tidak makruh dan tidak haram, artinya boleh saja memotong rambut dan kuku meskipun telah memasuki bulan Dzul Hijjah meski pun telah berniat untuk berkurban.

Berikut ini penjelasan Imam al-Mawardi dalam karyanyaA�al-Hawi al-KabirA�(XV/74) beserta pemahaman haditsnya:

U?UZO�O�U�O?UZU�UZU?UZ O�U�U�U?U?U�UZU�UZO�O?U? U?U?US O�U�U�O?UZU�UZU�U? O?U?U�UZO�UZO� O�U�U�O�UZO?U?USO�U? O?UZU�UZU� O�UZU�UZO�O�UZO�U? U�UZO�UZO�U�U?O?UZ: O?UZO�UZO?U?U�UZO� U?UZU�U?U?UZ U�UZO�U�U�UZO?U? O�U�O?U�UZO�U?U?O?U?USU�U?: O?UZU�U�UZU�U? U�UZO�U�U�U?U?U�U? O?UZU�UZU� O�U�U?O�O?U�O?U?O�U�O?UZO�O?U? O?U?U?U�UZ O�U�U�O?U?USO�UZO�O?U?O? U?UZO?UZU�U�UZ U�U?U�UZ O�U�O?U�U?U�U�UZO�U? U�U?U�UZU�U� O?UZO�UZO�O?UZ O?UZU�U� USU?O�UZO�U�U?USUZ O?UZU�U� USUZU�U�O?UZU�U?O?UZ U?U?US O?UZO?U�O�U? O�U?US O�U�U�O�U?O�U�UZO�U? U�U?U�U� O?UZO�U�O�U? O?UZO?U�O�U?U�U? U?UZO?UZO?UZO�U?U�U?O? U?UZO?U?U�U� O?UZO�UZO�UZ U?U?O�U?U�UZ U�UZU�U? U?UZU�UZU�U� USUZO�U�O�U?U�U� O?UZU�UZUSU�U�U?. U?UZU�U?U?UZ U�UZU?U�U�U? O?UZO?U?USO?U? O?U�U�U? O�U�U�U�U?O?UZUSU�UZO?U? .

a�?Ulama ahli fikih berbeda pendapat dalam mengamalkan hadits larangan memotong kuku dan rambut riwayat at-Tirmidzi ini dalam tiga (3) pendapat: pertama pendapat as-Syafia��i: hadits itu diarahkan pada hukum sunnah, bukan wajib. Kesunnahan bagi pekurban adalah dalam 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah hendaknya menghindari memotong kuku dan rambut. Karenanya, bila dia melakukannya maka makruh. Ini juga merupakan pendapat Saa��id bin al-Musayyab.

U?UZO�U�U�U�UZO�U�U�UZO?U? O�U�O�U�UZO�U�U?US U�U?U?UZ U�UZU?U�U�U? O?UZO�U�U�UZO?UZ O?U�U�U? O�UZU�U�O?UZU�U? U?UZO?U?O?U�O�UZO�U�UZ O�O?U�U�U? O�UZO�U�U?U?U�USUZU� O?UZU�U�UZU�U? U�UZO�U�U�U?U?U�U? O?UZU�UZU� O�U�U�U?U?O�U?U?O?U?O? U?UZO?UZO�U�O�U?U�U? U�U?O?UZO?U�O�U?U�U? U?UZO?UZO?UZO�U?U�U? O�UZO�UZO�U�U? O?UZU�UZUSU�U�U?O? U�U?O?UZO�U�U?O�U? O�U�U�O�UZO?U?USO�U? U?UZO?UZO?U�O?U?USU�U�O� O?U?O�U�U�U�U?O�U�O�U?U�U?.

Kedua, pendapat Ahmad bin Hanbal dan ishaq bin Rahuyah: hadits itu diarahkan pada hukum wajib. Hukum memotong kuku dan rambut adalah haram, karena lahiriah hadits dan menyamakannya dengan orang yang sedang ihram (haji).

U?UZO�U�U�U�UZO�U�U�UZO?U? O�U�O�U�UZO�U�U?O�U? U?UZU�U?U?UZ U�UZU?U�U�U? O?UZO?U?US O�UZU�U?USU?UZO�UZ U?UZU�UZO�U�U?U?U?: U�UZUSU�O?UZ O?U?O?U?U�U�UZO�U? U?UZU�UZO� USU?U?U�O�UZU�U? O?UZO�U�O�U? O?UZO?U�O�U?U�U? U?UZO?UZO?UZO�U?U�U? O�O�U�O?U?O�UZO�O�U�O� O?U?O?UZU�U�UZU�U? U�U?O�U?U�U�U?. U?UZU�UZU�U� USU?U?U�O�UZU�U� U�UZU�U? O?UZO�U�O�U? O?UZO?U�O�U?U�U? U?UZO?UZO?UZO�U?U�U? U?UZO?UZUSU�O�U? O�U�U�U�U?O�UZO�U�U?USO? U?UZU�U?O?UZU�U�UZ U�UZU�U� U�UZU�U� USUZO�U�O�U?U�U� O?UZU�UZUSU�U�U? O�U�O�U�U?USO?U? U?UZO�U�U�U�U?O?UZO�O?U? U�UZU�U� USUZO�U�O�U?U�U� O?UZU�UZUSU�U�U? O�UZU�U�U�U? O�U�O?U�UZO?U�O�U? U?UZO�U�U�U�U?O�U?U�U�U?.

Ketiga, pendapat Abu Hanifah dan Malik: hukumnya tidak sunnnah dan memotong kuku dan rambut tidak dimakruhkan, dengan alasan (1) pekurban adalah orang yang sedang dalam kondisi halal (tidak sedang ihram), sehingga tidak dimakruhkan baginya rambut (kepala) dan (rambut) kulitnya sebagaimana orang lain. Juga karena (2) orang yang tidak diharamkan memakai wewangian dan pakian (berjahit), maka tidak haram pula baginya memotong rambut sebagaimana orang yang tidak sedang ihram.

U?UZO�U�O?U�UZU�U?USU�U? O?UZU�UZU� O?UZO�U�U�UZO?UZ U?UZO?U?O?U�O�UZO�U�UZ: O?U?U�U�UZU�U? U�UZO?U�U�U?U?U�U? U?UZU�UZUSU�O?UZ O?U?U?UZO�O�U?O?U?O? U�UZO� O�UZU?UZO�U�U? O�U�O?U�UZO�U?U?O?U?USU�U? O?UZU�U� U�UZO�U�U?U?U? O?UZU�U� O?UZO?U�O?U? O�U�O�U�UZO�U�U�UZU�U? O?U�U�U? O?UZO?U?US O?UZU?U�O�UZO�UZ O?UZU�U� O?UZU�U�O�UZO�UZ O?UZU�U� O?UZO�O�U?O?UZO�UZ O�UZO�U?USUZ O�U�U�U�U? O?UZU�U�U�UZO�O? U�UZO�U�UZO?U�: O?UZU�UZO� U?UZO?UZU�U�O?U? U�UZU�UZO�O�U?O?UZ U�UZO?U�USU? O�UZO?U?U?U�U? O�U�U�U�U? O�UZU�U�UZU� O�U�U�U�U? O?UZU�UZUSU�U�U? U?UZO?UZU�U�UZU�UZ O?U?USUZO?UZUSU�UZO? O�U?U�U�UZ U�UZU�U�UZO?UZU�UZO� O�UZO?U?U?U�U? O�U�U�U�U? O�UZU�U�UZU� O�U�U�U�U? O?UZU�UZUSU�U�U? U?UZO?UZU�U�UZU�UZO? O�U?U�U�UZ O?UZO?UZO�UZ O?U?U�UZO� U�UZO?UZ O?UZO?U?USO? U?UZU�UZU�U� USUZO�U�O�U?U�U� O?UZU�UZU� O�UZO?U?U?UZU�U? O�U�U�U�U? O�UZU�U�UZU� O�U�U�U�U? O?UZU�UZUSU�U�U? U?UZO?UZU�U�UZU�UZ O?UZUSU�O?U? O?UZO�UZU�U�UZU�U? O�U�U�U�U? U�UZU�U? O�UZO?U�UZU� U�UZO�UZO�UZ O�U�U�U�UZO?U�USUZO? U?UZU?UZO�U�UZ U�UZO?U�USU? O�UZO?U?U?U�U? O�U�U�U�U? O�UZU�U�UZU� O�U�U�U�U? O?UZU�UZUSU�U�U? U?UZO?UZU�U�UZU�UZ U?UZO�UZO�UZO�USUZO�U�U?O? U�U?O?UZU�U�UZU�U? U?UZO�U�UZ O?U?O�U�U�U�UZO?U?USU�UZO�U? U?UZO?UZU�U�U?UZO�UZU�UZO� U�UZO?U� O?UZO?U?US O?UZU?U�O�U? O?UZU�UZO�UZ O?U?O?U�O?U?O? U?UZO�U?U?U�U�U?U�UZO� O?UZO?U�U�UZO?U? U�U?O?UZU?U�U�U?U�UZO� O?U?U�UZU� O�U�U�O�UZO�UZU�U?. U?UZU�UZU�U�UZO� U�UZU�U� USU?O�UZO�U�U?U�U� O?UZU�UZU� U�UZU?U�O?U?U�U? O?UZUSU�O�U�O� U?UZO�U�UZ O?UZUSU�O�U?U�U? O?UZU?U�U�UZU� O?U?O�UZO� O�UZO�U�UZU� U?U?US O?UZUSU�O�U? O�U�U�O�UZO�UZU�U?. U?UZUSUZO?U?U�U�U? O?UZU�UZU� O�UZU�U?U?UZ U�UZO� U�UZO?U�UZU�U�U�UZO�U�U? U�U?U�UZ O�U�U�U�U?USUZO�O?UZUSU�U�U?.

Dalil yang melemahkan pendapat Ahmad dan Ishaq bahwa hukum tidak memotong rambut (kepala) dan (rambut) kulit adalah sunnah dan tidak wajib adalah hadits yang diriwayatkan as-Syafia��i dari Malik, dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari a�?Amrah, dari a�?Aisyah Ra, ia berkata:A�a�?Aku melilit beberapa tali simpul kendali hewan hadiah (yang dikirim ke tanah haram) Rasulullah Saw dengan kedua tanganku, lalu Rasulullah Saw memasangnya. Kemudian ia mengutus (memerintah dibawa) hewan itu bersama ayahku. Tidak haram baginya sesuatu yang dihalalkan Allah kepadanya sampai ia menyembelih hewan hadiahnya itu. Maka hewan itu menjadi hewan hadiah dan hewan kurbannya, sebab beliau di Madinah dan mengirimnya berasama Abi Bakr pada tahun kesembilan, dan hukkumnya sangat berat karena digiring ke tanah haram. Sebab itu, karena beliau tidak mengharamkan apapun kepada dirinya, terlebih kepada orang selainnya, tentu lebih tidak mengahramkan ketika ia berkurban di luar tanah haram.a�?A�A�Hal ini juga ditunjukan oleh dua qiyas yang telah aku sebutkan (ketika menjelaskan pendapat Abu Hanifah).

U?UZO�O?U�O?U?O?U�U�UZO�U�U? O?UZO?U?US O�UZU�U?USU?UZO�UZ O?UZU�UZUSU�U�UZO� U?UZU�U?U�UZO� U?U?US O�O?U�O?U?O?U�U�UZO�U�U? O?UZO?U?US O�UZU�U?USU?UZO�UZ O?U?U�U?U�UZO� U�UZO�U�U?U?U?O?UZO�U�U? O?U?O�U�U�U�UZO�U�U?O? U?UZU?UZO�UZO?UZ O�O?U�O?U?O?U�U�UZO�U�U? O�U�U�O�UZO?UZO�UZUSU�U�U?O? U?UZU�UZO�U�U�U?U�U? O�U�U�O?UZU�U�O�UZ O?U?U�U? O?UZU�UZU� O�U�O?U�U?U�U�UZO�U? U?UZO�U�U?O�O?U�O?U?O�U�O?UZO�O?U? O?U?U?U�UZ O�U�U�O?U?USO�UZO�O?U? O? O?U?O?UZU�U?USU�U? O�U�U�O�UZO?UZO�U? O�U�U�O?O�UZO�U? O? U?UZU�UZO� USUZU?U?U?U�U? U?UZO�O�U?O?U? U�U?U�U�U�U?U�UZO� U�U?O�U�UZO�UZO�U�O�.

Pengambilan dalil Abu Hanifah yang mengkritik kita, yaitu dua qiyas yang ada dalam dalil Abu Hanifah tertolak dengan nash hadits yang ada (yang melarang memotong kuku dan rambut ), dan wajib mengamalkan dua hadits di atas. Karenanya kami arahkan hadits yang merintah untuk meninggalkannya pada hukum sunnah, bukan wajib, dengan dasar hadits lain (yang membolehkannya), sehingga salah satu dari dua hadits tersebut tidak terbuang.

Cukup jelas bukan? Begitu kuatnya pendapat mazhab Syafia��i yang melarang memotong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban. Ternyata tidak hanya berdasarkan satu hadits saja. Pemahamannya pun sangat kuat.

Nah, kalo kamu sudah berniat mau berkurban tahun ini, sebaiknya jangan memotong rambut dan kuku selama 10 hari pertama Dzul Hijjah yah.

About Muslim Ramah

website seputar dunia islam dan kehidupannya

Check Also

Keutamaan dan Apa yang Harus di Lakukan Pada Bulan Syaban

Islam memiliki waktu-waktu yang sangat dihormati. Selain bulan Ramadhan sudah sepatutnya kita juga mengenal bulan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *