Sunday , 21 October 2018
Home / Akhlak / Mempublikasikan Orang Sakit di Medsos, Bagaimana Etika dalam Islam?

Mempublikasikan Orang Sakit di Medsos, Bagaimana Etika dalam Islam?

orang-sakit-2

Perkembangan teknologi digital membuat interaksi manusia modern sekarang ini tak lagi dibatasi dengan ruang dan waktu. Bahkan tak jarang informasi penting juga kita peroleh dari media sosial, dari informasi negatif, kabar teman lama, hingga informasi yang sifatnya membangun.

Sekarang ini jika kita membuka media sosial tak jarang kita jumpai foto kondisi dari seseorang yang tengah terbaring tak berdaya. Meski dengan maksud baik, tapi bagaimana sih Islam melihat fenomena tersebut.

Islam memang menganjurkan tiap orang untuk berempati kepada sesama, termasuk menjenguk saat seseorang tertimpa musibah sakit ataupun kematian. Anjuran ini tersebar dalam banyak teks hadits. Orang yang dijenguk pun bisa siapa saja, mulai dari keluarga, tetangga, ulama, hingga orang-orang yang membenci kita.

Menjenguk orang sakit adalah bagian dari ibadah yang utama. Saking pentingnya ibadah ini, dalam sebuah hadits riwayat Imam ath-Thabrani dijelaskan bahwa di antara kewajiban terhadap tetangga adalah menjenguknya kala sakit dan mengiringi jenazahnya saat meninggal dunia.
Lantas, bagaiman Islam melihat sebagian penjenguk yang mengambil gambar orang sakit dan memublikasikannya ke media sosial seperti jamak dilakukan belakangan ini memenuhi etika tersebut? Foto-foto yang diumbar umumnya melukiskan kondisi pasien yang sedang tergolek lemah di atas ranjang, kadang bertelanjang dada, dan lengkap dengan cairan infus dan tancapan selang di rongga hidung dan mulut. Seberapa penting mengekspos gambar-gambar seperti ini?

Islam sangat menghormati privasi seseorang. Islam memuliakan manusia dan menjamin terlindunginya hak yang menyangkut kehormatan pribadinya. Termasuk jika privasi tersebut menyangkut dosa personal atau aib lainnya. Sebuah hadits mengingatkan:

U�UZU�U� O?UZO?UZO�UZ U�U?O?U�U�U�U�O� O?UZO?UZO�UZU�U? O�U�U�U�U? U?U?US O�U�O?U�U?U�USO� U?UZO�U�O?O�U?O�UZO�
a�?Barangsiapa menutup (aib/cacat) seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.a�? (HR Muslim)

orang-sakit-1
Orang-orang yang sakit bisa jadi sangat tidak menginginkan gambar tentang keadaan dirinya yang ringkih, nelangsa, dan tak berdaya, tersebar bebas di media sosial semacam Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram, BBM, atau lainnya. Walaupun, ia tahu ungkapan simpati dan doa pasti bakal membludaka��bukan langsung kepada dirinya yang sedang sakit melainkan kepada akun si penyebar gambar.

Tubuh merupakan bagian dari kehormatan seseorang.Sehingga banyak manusia yang merawat tubuhnya untuk mendapatkan penampilan yang luar biasa. Bahkan mereka juga nggak mempermasalahkan biaya ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk mendapatkan tubuh yang menarik dilihat orang lain, namun bagaimana mungkin dalam situasi paling memprihatinkan orang tersebut rela ditonton banyak orang?

Para penjenguk barangkali bermaksud baik dengan mempublikasikan foto orang sakit. Bukan pamer kesalehan sosial, tapi sedang menggalang solidaritas dan doa dari lebih banyak orang lain. Atau mungkin sebatas menyampaikan informasi ke masyarakat bahwa si A tengah sakit. Namun, apakah penyebaran foto-foto itu sudah memperoleh izin dari yang bersangkutan? Tidak adakah cara yang lebih santun dan elegan dalam menggalang simpati selain dengan mengumbar foto-foto penderitaan dan ketidakberdayaan pasien?

Nah disinilah kita belajar bagaimana Islam mengajarkan bagaimana mengjenguk orang yang sakit tentunya bertujuan untuk meringangkan beban yang sedang dideritanya atau memberikan semangat kepada kerabat yang merawat orang sakit tersebut. Niat baik memang penting, namun cara dan adab dalam mengejawantahkan niat tersebut juga tak kalah penting.

Nah alangkah baiknya, untuk menjaga privasi seseorang, kita sebaiknya meminta ijin atau restu dari si pemilik privasi. Media sosial yang merupakan ranah public, maka sepatutnya pula konten yang diunggah tidak melanggar kepantasan public. Garis etis ini tak hanya berlaku untuk foto penderita sakit, tapi juga gambar jenazah, korban kecelakaan, atau sejenisnya. WallA?hu aa�?lam.

 

About Muslim Ramah

Muslim Ramah hadir sebagai alternatif informasi tentang Islam secara sederhana, tanpa harus tenggelam dalam perdebatan dan merasa paling benar. Muslim Ramah lebih mengutamakan bagaimana perilaku masyarakat muslim yang bermartabat tinggi, sehingga menjadi masyarakat yang memberikan kedamaian, kenyamanan, dan penuh kasih sayang kepada mahluk Allah yang lainnnya. Muslim ramah juga menghadirkan pemahaman-pemahaman Alquran dan Hadist dengan cara yang sederhana dan berbentuk infografis sehingga mempermudah masyarakat muslim memahami ajaran Islam secara mudah dan kembali mempraktekannya menjadi sebuah perilaku kehidupan Muslim yang baik.

Check Also

Ghurur, Penyakit Hati yang Harus di Waspadai

a�?Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup inia�� menyimak syair yang dipopulerkan olehA� …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *