Friday , 16 November 2018
Home / Akhlak / Uang Sampingan, Dekat ke Halal atau Haram Yah?

Uang Sampingan, Dekat ke Halal atau Haram Yah?

sumber: poskota
sumber: poskota

Sekarang ini banyak pekerja yang tidak pernah merasa cukup dengan gaji yang diterimanya setiap bulan. Sehingga tak jarang dari mereka mencari tambahan penghasilan dengan berbagai cara. Namun yang jadi masalah uang sampingan yang kita peroleh ini lebih dekat pada yang halal atau haram? Nah, tentunya pertanyaan tersebut ditanyakan kepada hati nurani.

Masalah kaya gini sih banyak yang menganggap masalah sepele. Padahal hal tersebut merupakan sesuatu yang berat lho. Soalnya jika kita memakan uang dari penghasilan yang haram, kita seperti memakan bara api, parahnya lagi jika uang yang tidak halal tersebut diberikan kepada anak istri, tentunya kita menafkahi mereka dengan bara api neraka.

Syaikhul Islam mengatakan,

O�U�O�UZU�O?UZO�U�UZ USU?O�UZO�U�U?O�U? O�U�U�O?UZO?UZU�UZ U?UZUSU?U�UZO�O?U?O�U?U�U? U?UZUSUZU�U�O?U?O?U? U�U?U�U�U�U? U?UZUSUZO�U?USO�U? U�UZO�O?UZU�O�U� U?UZO?U?U�U�O�U?O�U�O� U�UZU�U? O? U?UZO?U?O�UZO� U?UZO�U�UZ O�UZO?U?USO�U�O� O�UZO�O�UZ O�U�U�O?UZO?UZU�U? O�UZO?U?USO�U�O� U?UZUSUZO?U�O?UZU?U�O�U?O?U? O�U�U�UZU�O�O�UZ O� U?UZU�U?U�UZO�UZO� U�UZO�U�UZ O�U�U�UZU�O?U?USU?U� O�UZU�UZU�U� O�U�U�UZU�U�U? O?UZU�UZUSU�U�U? U?UZO?UZU�UZU�U�UZ : (U?U?U�U?U� O�U?O?U�U�U? U�UZO?UZO?UZ U�UZU�U� O?U?O�U�O?U? U?UZO�U�U�UZU�O�O�U? O?UZU?U�U�UZU� O?U?U�U?) . U?UZO�U�U�O�UZU�UZU�O�U? O�UZUSU?U�O?UZO�U? U�UZO� USUZO?U�O�U?U�U?U�UZO� O?U�UZU�O� O�UZUSU?U�O?U?

Makanan akan bercampur dengan tubuh dan tumbuh menjadi jaringan dan sel penyusunnya. Jika makanan itu jelek maka badan menjadi jelek, sehingga layak untuknya neraka. Karena itulah, Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam mengingatkan, a�?Setiap jasad yang tumbuh dari harta haram, maka neraka layak untuknya.a�? Sementara surga adalah kebaikan, yang tidak akan dimasuki kecuali tubuh yang baik. (Maa��mua�� al-Fatawa, 21:541).

Seperti apa sih penghasilan sampingan yang halal dan haram? Untuk mengetahui hal tersebut halal atau haram tentunya dilihat dari perjalanan penghasilan tersebut diperoleh. Apakah melalui sumber yang baik atau malah sebaliknya. Kalau penghasilan yang halal pasti sangat mudah kita membedakannya dong.

Namun yang menjadi masalah adalah banyaknya uang sampingan yang haram disamarkan menjadi uang yang halal. Kalo gaji bulanan sudah pasti dong itu bayaran kita karena keringat yang telah kita keluarkan (Itu juga kalo masuk bekerjanya tidak melakukan suap menyuap lho). Nah ini yang biasanya dianggap penghasilan sampingan diarea abu-abu.

Tidak dapat kita pungkiri kehidupan masyarakat sekarang ini sangat dekat dengan perilaku suap menyuap, sogok menyogok, kolusi, korupsi, nepotisme, atau pungli. Apalagi kalo diantara kita kerja sebagai pemegang kewenangan seperti PNS. Gampangnya jika kita mendapatkan penghasilan tambahan dari membantu seseorang/meminta seseorang karena menyalah-gunakan jabatan dan kewenangan itu sudah termasuk uang haram.

Jadi seandainya PNS setingat kelurahan meminta uang/ pungli untuk pengurusan administrasi itu sudah masuk bukan penghasilan halal lho. Apalagi jika terbesit niatan untuk mempersulit agar seseorang meminta bantuan dan mengharapkan imbalannya. Apalagi pada tingkatan yang lebih tinggi dan menghasilkan uang yang sangat besar.

pungli

Islam mengajarkan sikap berhati-hati dalam mendapatkan harta dan membelanjakan hartanya. Sehingga beberapa sahabat pun memiliki sikap tegas dalam menjaga tubuhnya dari makanan haram yang masuk ke dalam tubuhnya. Karena harta yang halal dan haram sangat tegas bedanya, hingga Aisyah bercerita:

Abu Bakar memiliki seorang budak. Pada suatu hari, sang budak datang dengan membawa makanan dan diberikan kepada Abu Bakar. Setelah selesai makan, sang majikan yang waraa�� bertanya, a�?Itu makanan dari mana?a�� Si budak menjawab: a�?Dulu saya pernah berpura-pura jadi dukun semasa jahiliyah. Kemudian aku meramal seseorang. Sebenarnya saya tidak bisa meramal, namun dia hanya saya tipu. Baru saja saya bertemu dengannya dan dia memberi makanan itu, yang baru saja tuan santap.a�? Seketika itu, Abu Bakar langsung memasukkan jarinya dan memuntahkan seluruh isi perutnya. Abu Bakar mengatakan:

U�U? U�U� O?O�O�O� O?U�O� U�O? U�U?O?US U�O?O�O�O�O?U�O� O�U�U�U�U� O?U�US O?O?O�O? O?U�USU? U�U�O� O�U�U�O? O�U�O?O�U?U� U?O�O�U�O� O�U�O?U�O?O�O?

Andaikan makanan itu tidak bisa keluar kecuali ruhku harus keluar (mati), aku akan tetap mengeluarkannya. Ya Allah, aku berlepas diri dari setiap yang masuk ke urat dan yang berada di lambung. (HR. Bukhari, 3554).

Masih banyak contoh sahabat lho yang tegas membedakan harta yang halal dan haram. Jadi kalo kita punya penghasilan diluar gaji bulanan? Sebaiknya renungkan dari mana dari bagaimana kita mendapatkan penghasilan sampingan tersebut. (kalo pulang kerja terus ngojek itu sudah jelas halal dong)

Terus solusinya apa nih? Tunggu yah http://muslimramah.com/akhlak/istri-gawang-terakhir-pendeteksi-uang-haram-atau-halal

About Muslim Ramah

website seputar dunia islam dan kehidupannya

Check Also

Ghurur, Penyakit Hati yang Harus di Waspadai

a�?Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup inia�� menyimak syair yang dipopulerkan olehA� …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *