Sunday , 21 October 2018
Home / Ekonomi Syariah / 3 Keburukan Jika Ngutang Nggak Dibayar

3 Keburukan Jika Ngutang Nggak Dibayar

hutang 1

Berhutang atau bahasa hariannya ngutang memang jadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Apalagi kita yang tinggal di kota besar, kalo kita mau ngutang aja kita mendapatkan sambutan yang sangat hangata��nggak percaya, coba deh kamu ambil pinjaman di bank atau kredt kendaraan, pasti bakal dilayani bak raja.

Baca juga:http://muslimramah.com/ekonomi-syariah/adab-berhutang-menurut-islam

Baca juga :http://muslimramah.com/ekonomi-syariah/awas-riba-bunga-bank-haram-atau-nggak-sih

Tapi dalam Islam meski ngutang boleh tapi hal yang harus dihindari karena beratnya ancaman jika hutang nggak dibayar. Apalagi nggak ada jaminan, sebaiknya jangan membiasakan diri buat ngutang deh. Karena orang yang meninggal dan ia memiliki tanggungan hutang, maka ia bakal mendapatkan keburukan lho.

1.Tidak dishalati oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat

A�

Nabi shallallaahu a�?alaihi wa sallam tidak menshalati jenazah yang memiliki hutang.

( O?UZU�U� O?UZU�UZU�UZO�UZ O?U�U�U? O�U�O?UZU?U�U?UZO?U? a��O�UZO�U?USUZ O�U�U�UZU�U�U? O?UZU�U�U�U?a�� U�UZO�U�UZ: U?U?U�UZU�O� O�U?U�U?U?O?U�O� O?U?U�U�O?UZ O�U�U�UZU�O?U?USU?U� a��O�U�U� O�U�U�U� O?U�USU� U?O?U�U�a�� O?U?O�U� O?U?O?U?USUZ O?U?O�UZU�UZO�O?UZO�U?O? U?UZU�UZO�U�U?U?O�: O�UZU�U?U� O?UZU�UZUSU�U�UZO� O? U?UZU�UZO�U�UZ : (( U�UZU�U� O?UZU�UZUSU�U�U? O?UZUSU�U�U? OY )), U�UZO�U�U?U?O�: U�O�UZO? U�UZO�U�UZ: (( U?UZU�UZU�U� O?UZO�UZU?UZ O?UZUSU�O�U�O� OY )), U�UZO�U�U?U?O�: U�O�UZO? U?UZO�UZU�UZU�U� O?UZU�UZUSU�U�U?O? O�U?U�UZU� O?U?O?U?USUZ O?U?O�UZU�UZO�O?UZO�U? O?U?O�U�O�UZU�O? U?UZU�UZO�U�U?U?O�: USUZO� O�UZO?U?U?U�UZ O�U�U�U�U?O? O�UZU�U?U� O?UZU�UZUSU�U�UZO�O? U�UZO�U�UZ: (( U�UZU�U� O?UZU�UZUSU�U�U? O?UZUSU�U�U? OY )) U�U?USU�UZ : U�UZO?UZU�U� O? U�UZO�U�UZ: (( U?UZU�UZU�U� O?UZO�UZU?UZ O?UZUSU�O�U�O�OY )) U�UZO�U�U?U?O� : O�UZU�O�UZO�UZO�UZ O?UZU�UZO�U�U?USO�UZO? U?UZO�UZU�UZU�U� O?UZU�UZUSU�U�UZO�O? O�U?U�UZU� O?U?O?U?USUZ O?U?O�U�O�UZU�O�U�U?O�UZO�U?O? U?UZU�UZO�U�U?U?O�: O�UZU�U?U� O?UZU�UZUSU�U�UZO�O? U�UZO�U�UZ: (( U�UZU�U� O?UZO�UZU? O?UZUSU�O�U�O�OY )) U�UZO�U�U?U?O� : U�O�UZO? U�UZO�U�UZ: (( U?UZU�UZU�U� O?UZU�UZUSU�U�U? O?UZUSU�U�U? OY )) U�UZO�U�U?U?O�: O�UZU�O�UZO�UZO�U? O?UZU�UZO�U�U?USO�UZ O? U�UZO�U�UZ: (( O�UZU�U?U�U?O� O?UZU�UZU� O�UZO�O�U?O?U?U?U?U�U� ))O? U�UZO�U�UZ O?UZO?U?U? U�UZO?UZO�O?UZO�UZ: O�UZU�U?U� O?UZU�UZUSU�U�U? USUZO� O�UZO?U?U?U�UZ O�U�U�U�U?O? U?UZO?UZU�UZUSUZU� O?UZUSU�U�U?U�U?O? U?UZO�UZU�UZU�U� O?UZU�UZUSU�U�U?.)

Diriwayatkan dari Salamah bin Al-Akwaa�� radhiallaahu a�?anhu, dia berkata, a�?Dulu kami duduk-duduk di sisi Rasulullah shallallaahu a�?alaihi wa sallam, kemudian didatangkanlah seorang jenazah. Orang-orang yang membawa jenazah itu pun berkata, a�?Shalatilah dia!a�� Beliau pun bertanya, a�?Apakah dia punya hutang?a�� Mereka pun menjawab, a�?Tidak.a�� Beliau pun bertanya, a�?Apakah dia meninggalkan harta peninggalan?a�� Mereka pun menjawab, a�?Tidak.a�� Kemudian beliau pun menshalatinya. Kemudian didatangkan lagi jenazah yang lain. Orang-orang yang membawanya pun berkata, a�?Shalatilah dia!a�� Beliau pun bertanya, a�?Apakah dia punya hutang?a�� Mereka pun menjawab, a�?Ya.a�� Beliau pun bertanya, a�?Apakah dia meninggalkan harta peninggalan?a�� Mereka pun menjawab, a�?Ada tiga dinar.a�� Kemudian beliau pun menshalatinya. Kemudian didatangkanlah jenazah yang ketiga. Orang-orang yang membawanya pun berkata, a�?Shalatilah dia!a�� Beliau pun bertanya, a�?Apakah dia meninggalkan harta peninggalan?a�� Mereka pun menjawab, a�?Tidak.a��Beliau pun bertanya, a�?Apakah dia punya hutang?a�� Mereka pun menjawab, a�?Ada tiga dinar.a�� Beliau pun berkata, a�?Shalatlah kalian kepada sahabat kalian! Kemudian Abu Qatadah pun berkata, a�?Shalatilah dia! Ya Rasulullah! Hutangnya menjadi tanggung jawabku.a�� Kemudian beliau pun menshalatinya.a�? (HR Al-Bukhaari no. 2289)

Hadits di atas jelas sekali menunjukkan bahwa Rasulullah shallallaahu a�?alaihi wa sallam tidak mau menshalati orang yang punya hutang. Hal ini sebagai bentuk pengajaran beliau bahwa membiasakan diri untuk berhutang sedangkan dia tidak memiliki jaminan adalah sesuatu yang buruk. Oleh karena itu, sudah selayaknya orang-orang terpandang, tokoh masyarakat dan agama melakukan hal seperti ini ketika ada orang yang meninggal dan dia memiliki tanggungan hutang.

2. Dosa-dosa tidak diampuni sampai diselesaikan permasalahannya dengan orang yang mengutanginya

Diriwayatkan dari Abu Qatadah radhiallaahu a�?anhu dari Rasulullah shallallaahu a�?alaihi wa sallam bahwasanya seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallaahu a�?alaihi wa sallam:

( O?UZO�UZO?UZUSU�O?UZ O?U?U�U� U�U?O?U?U�U�O?U? U?U?U� O?UZO?U?USU�U? O�U�U�UZU�U�U? O?UZO?U?U?UZU?UZU�O�U? O?UZU�U?U�U� O�UZO�UZO�USUZO�U�UZ OY)

a�?Bagaimana menurutmu jika aku terbunuh di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan diampuni?a�?

Beliau pun menjawab:

( U�UZO?UZU�U� U?UZO?UZU�U�O?UZ O�UZO�O?U?O�U? U�U?O�U�O?UZO?U?O?U? U�U?U�U�O?U?U�U? O?UZUSU�O�U? U�U?O?U�O?U?O�U? O?U?U�O�UZU� O�U�O?UZU�USU�U�UZ U?UZO?U?U�UZU� O�U?O?U�O�U?USU�UZ O?UZU�UZUSU�U�U? O�U�O?UZU�U�O�UZU�U? U�UZO�U�UZ U�U?U� O�UZU�U?U?UZ )

a�?Ya, dengan syarat engkau sabar, mengharapkan ganjarannya, maju berperang dan tidak melarikan diri, kecuali hutang. Sesungguhnya Jibril a�?alaihissalam baru memberitahuku hal tersebuta�? (HR Muslim no. 4880/1885)

Hadits di atas menjelaskan bahwa ibadah apapun, bahkan yang paling afdhal sekalipun yang merupakan hak Allah tidak bisa menggugurkan kewajiban untuk memenuhi hak orang lain.

3. Ditahan masuk surga, walau banyak amalan, sampai diselesaikan permasalahannya dengan orang yang mengutanginya

Diriwayatkan dari Tsauban, Rasulullah shallallaahu a�?alaihi wa sallam bersabda:

( U�UZU�U� U�UZO�O?UZ U?UZU�U?U?UZ O?UZO�U?U�O?U? U�U?U�U� O�UZU�O�UZO�U?: O�U�U�U?U?O?U�O�U?, U?UZO�U�U�O?U?U�U?U?U�U?, U?UZO�U�O?UZU�USU�U�U? O?UZO�UZU�UZ O�U�U�O�UZU�UZU�O�UZ )

a�?Barang siapa yang mati sedangkan dia berlepas diri dari tiga hal, yaitu: kesombongan, ghuluul (mencuri harta rampasan perang sebelum dibagikan) dan hutang, maka dia akan masuk surga. (HR At-Tirmidzi no. 1572, Ibnu Majah no. 2412 dan yang lainnya. Syaikh Al-Albani mengatakan, a�?Shahiha�? di Shahih Sunan Ibni Majah)

About Muslim Ramah

Muslim Ramah hadir sebagai alternatif informasi tentang Islam secara sederhana, tanpa harus tenggelam dalam perdebatan dan merasa paling benar. Muslim Ramah lebih mengutamakan bagaimana perilaku masyarakat muslim yang bermartabat tinggi, sehingga menjadi masyarakat yang memberikan kedamaian, kenyamanan, dan penuh kasih sayang kepada mahluk Allah yang lainnnya. Muslim ramah juga menghadirkan pemahaman-pemahaman Alquran dan Hadist dengan cara yang sederhana dan berbentuk infografis sehingga mempermudah masyarakat muslim memahami ajaran Islam secara mudah dan kembali mempraktekannya menjadi sebuah perilaku kehidupan Muslim yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *