Wednesday , 12 December 2018
Home / Inspirasi / Bagaimana Memilih Dua Perkara Kebaikan?

Bagaimana Memilih Dua Perkara Kebaikan?

memilih jalan kebaikan

Memilih dua perkara kebaikan itu maksudnya apa sih? Kalo kita harus memilih baik dan buruk, halal dan haram, sunnah dan makruh atau antara boleh atau tidak boleh itu merupakan masalah biasa yang dengan cukup membaca atau mendengarkan ceramah ustadz sudah terjawab permasalahan tersebut. Tapi bagaimana kita harus memilih jika keduanya merupakan perkara kebaikan.

Kita manusia tentu sering menghadapi dilemma ketika harus menentukan dua masalah yang sulit yang harus diputuskan. Karena keduanya sama-sama benar, sama-sama wajib, keduanya bisa dilakukan atau keduanya nggak bisa dilakukan.

Terus perkara mana dong yang harus diputuskan dari keduanya?

Menurut Ibnu Athaillah As Sakandary

a�?Apabila ada dua perkara yang serupa, maka pandanglah yang paling memberatkan nafsu, lalu ikuti yang paling memberatkan itu. Sebab tidak ada yang memberatkan nafsu kecuali pasti benar.a�?

Jadi perkara tersebut dibalikan kepada hati kita masing-masing. Tapi sebaiknya kita mengambil keputusan yang paling memberatkan nafsu kita, maka kebenaran akan berpihak. Terus maksudnya apa sih? Dalam perjalanan mencapai jalan Ilahi, kita sering berhadapan dengan masalah tersebut.

Tapi trik yang paling gampang dan sederhana dengan memilih pilihan tersebut bukan berdasarkan selera nafsu kita. Soalnya sesuatu yang benar kalo kita berangkat dari nilai yang nggak ikhlas karena menuruti selera nafsu, maka praktek kebenaran tersebut bakal menjadi tidak benar.

Contohnya orang berdakwah itu benar, apalagi yang disampaikan kebenaran. Namun menjadi tidak benar bila ketika berdakwah dasarnya adalah hawa nafsu, A�seperti menginginkan popularitas, menambah kekayaan materi, pencarian legitimasi atau pujian-pujian.

nafsu

Memilih yang bukan selera nafsu kita, berarti memilih selera Allah Swt, memprioritaskan Allah Swt, mencari wilayah yang diridhoiNya. Karena itulah kata hati muatan kebenaran. Mintalah fatwa pada hatimu, walau yang lain memfatwaimu.

Untuk mengetahui kita tengah mengikuti selera nafsu atau nggak dijelaskan kok oleh Ibnu Athaillah as-Sakandary:

a�?Diantara tanda-tanda mengikuti selera hawa nafsu adalah bergegas dalam ibadah sunnah, namun malas menegakkan ibadah-ibadah wajib.a�?

Kebiasaan spiritual yang buruk seseorang tergesa-gesa meraih hal-hal yang ajaib dibalik ibadah, ingin segera diberi karomah, ingin segera dibuka hatinya, ingin ditampakan fenomena-fenoma hebat, dan sebagainya. Semua itu akibat dari nafsu tersembunyi di balik ibadah, khususnya ketika menjalankan hal-hal sunnah.

Sedangkan ketika menjalankan ibadah wajib, hanya dinilai sebagai kewajiban yang harus digugurkan, manakala sudah selesai. Atau sekadar menjalankan kewajiban. Padahal Allah Swt, mewajibkan suatu amal ibadah tertentu, semata saking agung, mulia dan besarnya nilai ibadah tersebut.

Kalo soal baik dan buruk, halal dan haram, boleh atau tidak boleh, banyak ustadz yang bisa memberikan nasehat. Tapi kalo dua hal kebaikan maka bertanyalah kepada hati pilihan mana yang mengikuti seleran hawa nafsu maka segera tinggalkan, walaupun keduanya perkara kebaikan.

About Muslim Ramah

website seputar dunia islam dan kehidupannya

Check Also

Kisah Inspiratif Dari Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani

Apa yang keluar dari hati pasti akan masuk dalam lubuk hati Dikisahkan Syeikh ‘Abdul Qadir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *