Sunday , 21 October 2018
Home / Inspirasi / Cara Memandang Nasib

Cara Memandang Nasib

nasib

Dalam diri kita pasti sering menilai nasib seseorang. Bahkan tak jarang penilaian sesaat tersebut membuat kita berprasagka buruk, atau merasa iri kenapa nasib kita tidak seperti orang tersebut. Atau bisa sebaliknya kita menilai kok nasib orang tersebut menyedihkan.

Padahal apa yang kita lihat dengan mata kepala merupakan pandangan terbatas. Tetapi kita kerap kali tidak berpikir bahwa setiap nasib manusia telah ditentukan oleh Allah swt detik demi detik dari belum dilahirkan hingga ia diwafatkan.

Nah, secuil cerita ini mungkin dapat membantu kita dalam memandang sebuah nasib atau kehendak Allah yang telah digariskan dan tentunya menjadi pelajaran tauhid yang sangat bernilaia��

Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat gagah dan perkasa…
Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi…
Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya…
Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya…

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya…
Maka teman-temannya berkata :
“Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang…”
Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar…
nasib 1

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya…
Lalu teman-temannya berkata :
“Wah..! Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan…”
Si petani tetap hanya diam saja…

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah…

Teman-temannya berkata :
“Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah…”
Si petani tetap diam tanpa komentar…

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..
Teman-tema nya mendatangi si petani sambil menangis :
“Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami..”

Si petani kemudian berkomentar :
“Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dg mengatakan nasib baik atau jelek..
Semuanya adalah suatu rangkaian proses yg belum selesai…
Syukuri dan terima keadaan yg terjadi saat ini..
Apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..
Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok..

Tetapi yangg pasti, Allah swt paling tahu yangg terbaik buat kita…
Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yangg dikehendaki Allah swt di dalam hidup kita ini…

JalanA� yg dibentangkan Allah swt belum tentu yg tercepat, bukan pula yg termudah.. tapi sudah pasti yang terbaik…”

 

 

About Muslim Ramah

Muslim Ramah hadir sebagai alternatif informasi tentang Islam secara sederhana, tanpa harus tenggelam dalam perdebatan dan merasa paling benar. Muslim Ramah lebih mengutamakan bagaimana perilaku masyarakat muslim yang bermartabat tinggi, sehingga menjadi masyarakat yang memberikan kedamaian, kenyamanan, dan penuh kasih sayang kepada mahluk Allah yang lainnnya. Muslim ramah juga menghadirkan pemahaman-pemahaman Alquran dan Hadist dengan cara yang sederhana dan berbentuk infografis sehingga mempermudah masyarakat muslim memahami ajaran Islam secara mudah dan kembali mempraktekannya menjadi sebuah perilaku kehidupan Muslim yang baik.

Check Also

Kisah Inspiratif Dari Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani

Apa yang keluar dari hati pasti akan masuk dalam lubuk hati Dikisahkan Syeikh ‘Abdul Qadir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *