Sunday , 21 October 2018
Home / Inspirasi / Sering Sholat Tapi Maksiat Jalan? Mulai Latihan Sholat!

Sering Sholat Tapi Maksiat Jalan? Mulai Latihan Sholat!

sholat khusyuk

Pernah nggak sih kita ngalamin sholat rajin tapi maksiat juga jalan terus? Nah, kalo kamu pernah ngalamin hal tersebut berarti ada yang salah dengan sholat kita. Gampangnya sholat kita salah alamat terus kaya judul lagu. Tapi bukan dalam hal ini bukan alamatnya yang salah, tapi kitanya yang kesasar waktu cara alamat tersebut.

Memang sih tetangga ngeliatnya kita seperti orang ahli ibadah, apalagi kalo jidat sampe hitam wah, pokoknya nih orang sering ke masjid deh. Tapi coba kita bertanya ke dalam hati, masih sering nggak kita berbuat dosa, ngomongin orang, berprasangka buruk, riyaa��pokoknya semua penyakit hati deh. Kalo hal itu masih nempel di hati kita berarti emang kita masih tersesat.

Lantas apa sih salahnya? Sholatnya secara syariat sih memang dah ditunaikan. Tapi permasalahanya hati kita ikut sholat nggak ? hati kita menghadap Allah nggak? Hati kita bersujud kepada Allah nggak? Nah semuanya ini kita anggap aja kekhusuyukan kita ketika mengerjakan sholat.

Dalam Al Qura��an, Allah Taa��ala menyebutkan khusyuk adalah tanda orang-orang beriman, calon penghuni surga Firdaus.

U�UZO?U� O?UZU?U�U�UZO�UZ O�U�U�U�U?O�U�U�U?U�U?U?U�.. O�U�U�UZO�U?USU�UZ U�U?U�U� U?U?US O�UZU�UZO�O?U?U�U?U�U� O�UZO�O?U?O?U?U?U�

a�?UZSesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnyaa�? (QS. Al Mukminun : 1-2)

Lalu Allah berfirman,

O?U?U?U�UZU�O�U?U?UZ U�U?U�U? O�U�U�U?UZO�O�U?O�U?U?U�UZ.. O�U�U�UZO�U?USU�UZ USUZO�U?O�U?U?U�UZ O�U�U�U?U?O�U�O?UZU?U�O?UZ U�U?U�U� U?U?USU�UZO� O�UZO�U�U?O?U?U?U�UZ

a�?Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. Yakni yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnyaa�? (QS. Al Mukminun : 11-12)

sholat khusyuk 1

Kalo cuma ngerjain sholat secara lahiriah sih mungkin banyak orang yang bisa, tapi kalo soal hati yang sholat itu yang perlu dilatih. Khusyuk menurut ulama merupakan ketenangan hati dan jiwa ketika melakukan sholat. Jadi hati kita fokus hanya memikirkan Allah, nggak mikirin pekerjaan, mikirin utang, atau mau belanja baju di mall mana.

Durasi sholat sebenarnya cukup singkat kok, taruhlah rata-rata 4 menit tapi coba kita mulai perhatikan lebih detail berapa detik kita fokus kepada Allah. Untuk mempertahankan 1 menit pikiran tertuju kepada Allah swt ternyata cukup sulit. Nggak percaya, coba deh nanti sholat setelah membacaA� surat Al-Fatiha yang hanya 20 detik, selanjutnya pikiran kita langsung melayang-layang nggak. Kalo iya, wah gimana mau mencintai Allah, lha wong lagi bersujud aja malah kepikiran tunggakan-tunggakan.

Terus gimana dong biar nggak salah alamat lagi. Nah agar sholat kita khusyuk tentu harus dilatih setiap saat. Agar kamu bisa merasakan nikmat agung dan dapat menemukan Allah dalam sholat, maka berdoa dong kepada Allah supaya Allah memberikan kasih sayangnya agar kita menjadi hamba-hamba yang mengenal Allah.

Kalo udah, coba deh konsentrasi hanya kepada Allah ketika sholat. Hadirkan perasaan dalam hati, bahwa saat mengerjakan sholat, kita tengah berdiri pada zat yang menciptakan kita, yang memiliki segala kebesaran, yang menciptakan semesta alam, yang memberikan kasih sayang bahkan yang mengetahui hal-hal yang tersembunyi termasuk bisikan-bisikan dalam jiwamu.

Saat anda berdiri sholat, yakinilah bahwa saat itu anda sedang bermunajat kepada Allah a�?azza wa jalla. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahua��alaihi wasallam,

O?U?U�U�UZ O?UZO�UZO?UZU?U?U�U� O?U?O�UZO� U�UZO�U�UZ U?U?US O�UZU�UZO�O?U?U�U? U?UZO?U?U�U�UZU�U? USU?U�UZO�O�U?US O�UZO?U�UZU�U? O?UZU?U� O?U?U�U�UZ O�UZO?U�UZU�U? O?UZUSU�U�UZU�U? U?UZO?UZUSU�U�UZ O�U�U�U�U?O?U�U�UZO�U? U?UZU�UZO� USUZO?U�O?U?U�UZU�U�UZ O?UZO�UZO?U?U?U?U�U� U�U?O?UZU�UZ U�U?O?U�U�UZO?U?U�U? U?UZU�UZU?U?U�U� O?UZU�U� USUZO?UZO�O�U?U�U? O?UZU?U� O?UZO�U�O?UZ U�UZO?UZU�UZUSU�U�U?

a�?Sesungguhnya salah seorang di antara kalian apabila berdiri dalam shalatnya, maka ia sedang bermunajat dengan Rabbnya a�� atau Rabbnya berada antara dia dan kiblat a�� . Maka, janganlah salah seorang di antara kalian meludah ke arah kiblat. Akan tetapi hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya atau di bawah kakinyaa�? (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian saat anda membaca surat Al Fatihah, yakinilah bahwa saat itu anda sedang berdialog dengan tuhan anda. Sebagaimana diterangkan dalam hadis Qudsi,

U�UZO�U�UZ O�U�U�U�UZU�U? O?UZO?UZO�U�UZU� U�UZO?UZU�U�O?U? O�U�O�U�UZU�UZO�O�UZ O?UZUSU�U�U?US U?UZO?UZUSU�U�UZ O?UZO?U�O?U?US U�U?O�U�U?UZUSU�U�U? U?UZU�U?O?UZO?U�O?U?US U�UZO� O?UZO?UZU�UZ

a�?Allah berfirman, a�?Aku membagi shalat antara Aku dengan hambaKu, & hambaku mendapatkan sesuatu yang dia pintaa�?.

Bayangkan, saat anda membaca a�?Alhamdulillahirabbil a�?aalamiina�? Tuhanmu dari atas langit ke tujuh menjawab, a�?HambaKu memujiKua�?

U?UZO?U?O�UZO� U�UZO�U�UZ: { O�U�O�U�UZO�U�U�UZU�U? O�U�O�U�UZO�U?USU�U? } U�UZO�U�UZ O�U�U�U�UZU�U? O?UZO?UZO�U�UZU� O?UZO�U�U�UZU� O?UZU�UZUSU�UZ O?UZO?U�O?U?US U?UZO?U?O�UZO� U�UZO�U�UZ: { U�UZO�U�U?U?U? USUZU?U�U�U? O�U�O?U�U?USU�U? } U�UZO�U�UZ U�UZO�U�UZO?UZU�U?US O?UZO?U�O?U?US U?UZU�UZO�U�UZ U�UZO�U�UZO�U� U?UZU?U�UZO�UZ O?U?U�UZUSU�UZ O?UZO?U�O?U?US U?UZO?U?O�UZO� U�UZO�U�UZ: { O?U?USU�UZO�U?UZ U�UZO?U�O?U?O?U? U?UZO?U?USU�UZO�U?UZ U�UZO?U�O?UZO?U?USU�U? } U�UZO�U�UZ U�UZO�UZO� O?UZUSU�U�U?US U?UZO?UZUSU�U�UZ O?UZO?U�O?U?US U?UZU�U?O?UZO?U�O?U?US U�UZO� O?UZO?UZU�UZ U?UZO?U?O�UZO� U�UZO�U�UZ: { O�U�U�O?U?U�UZO� O�U�O�U�U?O�UZO�O�UZ O�U�U�U�U?O?U�O?UZU�U?USU�UZ O�U?O�UZO�O�UZ O�U�U�UZO�U?USU�UZ O?UZU�U�O?UZU�U�O?UZ O?UZU�UZUSU�U�U?U�U� O?UZUSU�O�U? O�U�U�U�UZO?U�O�U?U?O?U? O?UZU�UZUSU�U�U?U�U� U?UZU�UZO� O�U�O�U�UZO�U�U�U?USU�UZ } U�UZO�U�UZ U�UZO�UZO� U�U?O?UZO?U�O?U?US U?UZU�U?O?UZO?U�O?U?US U�UZO� O?UZO?UZU�UZ

a�?Jika hamba tersebut mengucapkan, a�?Arrahmaanirrahiim.a�? (Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang) Ku-jawab, a�?HambaKu memujiKu lagia�?

Jika hamba-Ku mengatakan: a�?Maaliki yaumiddiin a�? (Penguasa di hari pembalasan), Ku-jawab, a�?Hamba-Ku menyanjung-Ku.a�?

Dia juga berfirman, a�?HambaKu menyerahkan urusannya kepadaKu.a�?

Jika hamba-Ku mengatakan: a�?Iyyaka naa��budu wa iyyaaka nastaa��iina�? (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong). Ku-jawab,a�? Inilah batas antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dia mintaa��a�?

Jika hamba-Ku mengatakan: a�?Indinas Shiraatal mustaqiim. Shiraatal ladziina an-a�?amta a�?alaihim ghairil mafhdhuubi a�?alaihim waladh dhzaalliiin..a�? (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat), Ku-jawab, a�?Inilah bagian hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta.a�?A�(HR. Muslim no. 598).

Perasaan tersebut bakal muncul dengan sendirinya ketika kita melatih sholat kita agar tetap khusyuk. Jika kita telah berdialog denga Allah, sayangnya kita sering lalai -semoga Allah mengampuni kita-. Sehingga bacaan Al Fatihah, seperti lalu begitu saja. Tidak ada perasaan bahwa saat itu Robb semesta alam sedang menjawab setiap bacaannya.

 

About Muslim Ramah

Muslim Ramah hadir sebagai alternatif informasi tentang Islam secara sederhana, tanpa harus tenggelam dalam perdebatan dan merasa paling benar. Muslim Ramah lebih mengutamakan bagaimana perilaku masyarakat muslim yang bermartabat tinggi, sehingga menjadi masyarakat yang memberikan kedamaian, kenyamanan, dan penuh kasih sayang kepada mahluk Allah yang lainnnya. Muslim ramah juga menghadirkan pemahaman-pemahaman Alquran dan Hadist dengan cara yang sederhana dan berbentuk infografis sehingga mempermudah masyarakat muslim memahami ajaran Islam secara mudah dan kembali mempraktekannya menjadi sebuah perilaku kehidupan Muslim yang baik.

Check Also

Kisah Inspiratif Dari Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani

Apa yang keluar dari hati pasti akan masuk dalam lubuk hati Dikisahkan Syeikh ‘Abdul Qadir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *