Sunday , 21 October 2018
Home / Inspirasi / Wah, Ternyata Kekasih Allah Selalu Ada di Sekitar Kita

Wah, Ternyata Kekasih Allah Selalu Ada di Sekitar Kita

Jika kita merasa lebih a�? wowa�� dalam hidup tentu kita harus malu dengan kisah kekasih Allah ini. Sekali-kali jangan pernah merasa diri lebih tinggi, lebih besar, lebih fakih, lebih berilmu, lebih suci itu karena mata hati tertutup, dan tidak menyadari kelebihan dari orang- orang disekitar kita.

Sehingga jangan heran, jika orang yang kita anggap biasanya saja, berpenampilan sederhana, di pandang sebelah mata oleh masyarakat memiliki hati yang mulia da memiliki pribadi muslim yang selalu mencarii ridha Allah.

Kisah menyentuh hati ini berasal dari ustadz Salim A Fillah dalam bukunya Barakallahu Laka, Bahagianya Cinta pada halaman 448-449. Dalam buku tersebut diceritakan kehidupan seorang penarik becak di sebuah kota di Jawa Timur.

Meski sang Bapak penarik becak ini hidup sederhana, tapi memiliki hati yang sangat mulia, dan menerapkan pengetahuan Islamnya dalam perilaku sehari-hari. Beberapa diantaranya jangan pernah menyakiti dan selalu berhati-hati dalam memberi makan keluarga.

Tukang becak berusia 55 tahun ini ternyata memiliki pemahaman hidup yang sangat luar biasa sehingga membuat hati selalu menyebut nama Allah. Beliau ini Hafidz Qiraa��at Saba��ah! Beliau menghafal Al-qura��an lengkap dengan tujuh lagu qiraa��at seperti saat ia diturunkan: qiraa��at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.

Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita. Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau di antaranya adalah soal tarif becaknya. Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.

Misalnya ada yang berkata, a�?Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Lalu dijawab,a�?Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak.”

Itu namanya sudah menyakiti. Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.

a�?Pak, terminal Rp 5.000 ya.a�? Jawabnya pasti OK. a�?Pak, terminal Rp 3.000 ya.”

Jawabnya juga OK. Bahkan kalau,a�?Pak, terminal Rp 1.000 ya.a�? Jawabnya juga sama, OK.

Duh Gusti Allah, manusia macam apa ini.

Kalimat kedua, hati-hati memberi makan istri. Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedek. Istrinya berjualan gorengan. Stop! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, putra beliau dua orang. Hafidz Al-qura��an semua.

Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal di perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Jakarta. Adiknya, tak kalah sukses. Pejabat strategis di pemerintah. Uniknya, saat pulang, anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti. Bahkan, baju parlente diganti kaus oblong dan celana sederhana.

Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta. Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis.

Menangis. Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri.

Rasulullah SAW bersabda :

a�?Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509]

About Muslim Ramah

Muslim Ramah hadir sebagai alternatif informasi tentang Islam secara sederhana, tanpa harus tenggelam dalam perdebatan dan merasa paling benar. Muslim Ramah lebih mengutamakan bagaimana perilaku masyarakat muslim yang bermartabat tinggi, sehingga menjadi masyarakat yang memberikan kedamaian, kenyamanan, dan penuh kasih sayang kepada mahluk Allah yang lainnnya. Muslim ramah juga menghadirkan pemahaman-pemahaman Alquran dan Hadist dengan cara yang sederhana dan berbentuk infografis sehingga mempermudah masyarakat muslim memahami ajaran Islam secara mudah dan kembali mempraktekannya menjadi sebuah perilaku kehidupan Muslim yang baik.

Check Also

Kisah Inspiratif Dari Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani

Apa yang keluar dari hati pasti akan masuk dalam lubuk hati Dikisahkan Syeikh ‘Abdul Qadir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *